Pemilihan ukuran pakan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan budidaya ikan. Pelet yang terlalu besar dapat menyulitkan ikan saat makan, sedangkan ukuran yang terlalu kecil bisa kurang sesuai untuk ikan yang sudah berukuran besar. Karena itu, ukuran pakan sebaiknya mengikuti bukaan mulut dan tahap pertumbuhan ikan.
Ukuran pelet sesuai jenis ikan juga tidak selalu memiliki satu ukuran yang berlaku untuk semua kondisi. Ikan yang sama dapat membutuhkan ukuran berbeda ketika masih menjadi benih, memasuki tahap pembesaran, hingga mencapai ukuran konsumsi. KKP juga mencatat penggunaan ukuran pelet yang berbeda berdasarkan jenis dan fase pertumbuhan ikan.
Ukuran Pelet Sesuai Jenis Ikan
1. Pelet untuk Ikan Lele
Ikan lele membutuhkan ukuran pakan yang menyesuaikan perkembangan tubuhnya. Pada tahap awal, benih membutuhkan pakan berukuran kecil agar mudah masuk ke mulut.
Saat ikan mulai tumbuh, pembudidaya dapat meningkatkan ukuran pelet secara bertahap. Dalam daftar pakan terdaftar KKP, tersedia contoh pakan lele mulai dari sekitar 1 mm untuk fase awal hingga ukuran 2–3 mm untuk fase grower-finisher.
2. Pelet untuk Ikan Nila
Nila juga membutuhkan penyesuaian ukuran pakan berdasarkan tahap pertumbuhannya. Benih memerlukan pelet yang lebih kecil dibandingkan ikan nila yang sudah memasuki tahap pembesaran.
Sebagai contoh, daftar pakan KKP mencantumkan pelet nila berukuran sekitar 1 mm untuk starter dan 2–3 mm untuk grower-finisher.
3. Pelet untuk Ikan Patin
Patin memiliki kebutuhan ukuran pakan yang ikut berubah seiring pertumbuhan. Pada fase benih, gunakan ukuran yang lebih kecil agar ikan dapat mengambil pakan dengan mudah.
Setelah ukuran tubuh bertambah, pembudidaya dapat menggunakan pelet yang lebih besar. KKP mencatat salah satu contoh pakan patin untuk fase pembesaran dengan ukuran sekitar 0,9–1,9 mm.
4. Pelet untuk Ikan Mas
Ikan mas juga membutuhkan ukuran pelet yang disesuaikan dengan kondisi ikan. Benih berukuran kecil tentu membutuhkan pakan dengan diameter lebih kecil dibandingkan ikan yang sudah besar.
Dalam daftar pakan KKP terdapat contoh pelet ikan mas untuk fase starter dengan ukuran sekitar 0,5–0,9 mm. Setelah ikan berkembang, pembudidaya dapat menyesuaikan ukuran pakan berdasarkan bukaan mulut dan kondisi ikan.
5. Sesuaikan dengan Bukaan Mulut
Selain melihat jenis ikan, perhatikan ukuran bukaan mulut sebelum menentukan pelet. KKP menjelaskan bahwa ukuran pakan perlu disesuaikan dengan bukaan mulut ikan agar ikan dapat mengonsumsi pakan dengan baik.
Karena itu, jangan hanya mengikuti ukuran pelet berdasarkan nama ikan. Periksa kondisi ikan secara langsung dan lakukan penyesuaian jika ukuran pakan terlihat terlalu besar atau terlalu kecil.
6. Naikkan Ukuran Secara Bertahap
Ketika ikan mengalami pertumbuhan, ukuran pelet juga dapat dinaikkan secara bertahap. Perubahan ukuran sebaiknya mengikuti kemampuan ikan saat mengambil dan menelan pakan.
Jika ikan kesulitan memakan pelet, gunakan ukuran yang lebih kecil terlebih dahulu. Sebaliknya, ketika ikan sudah mampu mengonsumsi ukuran lebih besar, pembudidaya dapat melakukan penyesuaian.
Kesimpulan
Ukuran pelet sesuai jenis ikan perlu mempertimbangkan jenis ikan, umur, ukuran tubuh, fase pertumbuhan, dan terutama bukaan mulut. Lele, nila, patin, dan ikan mas dapat membutuhkan ukuran pakan berbeda pada setiap tahap pemeliharaan.
Dengan memilih ukuran yang tepat, pemberian pakan dapat berjalan lebih teratur dan mengurangi kemungkinan pelet tersisa di kolam. Untuk pembudidaya yang ingin membuat pakan sendiri, pembahasan mengenai cara mencampur bahan pelet ikan dapat menjadi referensi sebelum masuk ke tahap pencetakan.
