Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah Indonesia kini telah menjangkau lebih dari 47 juta penerima manfaat melalui ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan skala operasional sebesar ini, kualitas sanitasi dapur MBG menjadi aspek krusial yang menentukan keberhasilan program prioritas nasional tersebut.
Pentingnya Kualitas Sanitasi Dapur MBG bagi Keamanan Pangan
Badan Gizi Nasional (BGN) menekankan pentingnya Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) bagi setiap dapur MBG untuk memastikan makanan bergizi yang disajikan benar-benar aman untuk dikonsumsi. Setiap dapur MBG melayani ratusan hingga ribuan porsi setiap hari, sehingga pengelola dapur tidak boleh mengompromikan standar sanitasi.
Dampak positif sanitasi dapur MBG berkualitas:
- Mencegah kejadian keracunan makanan massal
- Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program
- Menjamin nutrisi optimal sampai ke penerima manfaat
- Memenuhi persyaratan hukum kesehatan nasional
Standar Kualitas Sanitasi Dapur MBG Menurut BGN
1. Persyaratan Infrastruktur Dapur MBG
Dapur standar BGN memiliki luas bangunan minimal 400 m² dengan lokasi strategis maksimal 6 km dari sekolah agar distribusi makanan dapat dilakukan dalam waktu 30 menit. BGN menetapkan konsep semi-industri dengan semua peralatan berbasis stainless steel dan lantai epoksi tanpa sekat agar mudah dibersihkan.
Setiap dapur MBG wajib memiliki area loading terpisah, ruang distribusi, ruang inspeksi makanan, serta ruang cuci bahan khusus. Pemisahan zona bersih dan kotor menjadi prinsip dasar dalam tata letak dapur.
2. Sertifikasi dan Kepatuhan Regulasi Sanitasi
Setiap SPPG wajib memiliki SLHS dengan waktu maksimal satu bulan untuk pengurusan sertifikat sejak penetapan sebagai mitra program MBG. Selain itu, untuk memperoleh sertifikasi ini, dapur MBG harus melengkapi dokumen yang mencakup penetapan SPPG dari BGN, denah layout dapur lengkap, serta bukti bahwa penjamah pangan telah bersertifikat kursus keamanan pangan.
3. Protokol Sanitasi Operasional Harian
Kualitas sanitasi dapur MBG terjaga melalui penerapan Standard Operating Procedure (SOP) ketat. Tim kebersihan melakukan pencucian melalui tiga tahapan yaitu mencuci dengan air panas dan sabun, menyikat dan membilas, lalu melakukan pembilasan akhir menggunakan air mengalir.
Setiap pagi, tim kebersihan membersihkan permukaan kerja dengan disinfektan food grade, menyikat lantai dengan deterjen khusus, dan merendam peralatan masak dalam larutan sanitizer sebelum tim menggunakannya.
Implementasi Kualitas Sanitasi Dapur MBG di Lapangan
Manajemen Bahan Baku dan Penyimpanan
Standar dapur MBG mengatur ketat cara penyimpanan bahan makanan. Oleh karena itu, tim penyimpanan menaruh daging pada suhu di bawah 4°C, menyimpan sayuran segar di chiller 8–10°C, menempatkan bahan kering di rak tertutup, dan menerapkan sistem FIFO secara ketat untuk rotasi bahan baku.
Kontrol Waktu Pengolahan Makanan
BGN menetapkan batas toleransi antara waktu memasak hingga penyajian tidak boleh lebih dari 6 jam untuk memastikan kesegaran makanan. Tim pengadaan membeli bahan baku maksimal H-2 sebelum pengolahan dan tim dapur mengatur proses memasak dalam batch sesuai jadwal distribusi ke sekolah.
Sistem Pengawasan Digital Transparan
BGN mengawasi setiap SPPG dengan bukti visual dan mewajibkan mereka mengunggah foto serta video kegiatan operasional ke sistem pelaporan digital. Dokumentasi mencakup proses pengolahan, pengemasan, hingga kegiatan makan bersama. Petugas hanya memproses pencairan dana bantuan ketika SPPG mengunggah laporan visual lengkap.
Peran Peralatan Berkualitas dalam Mendukung Sanitasi
Investasi peralatan dapur berkualitas menjadi komponen penting dalam menjaga kualitas sanitasi dapur MBG. Petugas lebih mudah mensterilisasi material stainless steel food grade karena tidak menyerap bakteri. Untuk kebutuhan pengadaan peralatan yang memenuhi standar BGN, pusat alat dapur mbg menyediakan berbagai solusi mulai dari rice steamer kapasitas besar, bain marie untuk penyimpanan makanan hangat, hingga sistem ducting exhaust untuk sirkulasi udara optimal.
Kesimpulan
Mempertahankan kualitas sanitasi dapur MBG membutuhkan komitmen berkelanjutan. Kombinasi antara infrastruktur memadai sesuai standar BGN, sertifikasi SLHS yang valid, penerapan SOP ketat, dan pengawasan digital transparan menciptakan ekosistem dapur yang aman dan profesional. Investasi pada sanitasi bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk melindungi generasi masa depan Indonesia.
